11 July 2024

Ilustrasi: Freepik.com

Lima fakta tentang gunung tertinggi, tentakel gurita, hingga tempat paling senyap di bumi.


1. Gunung Everest bukanlah gunung tertinggi di dunia. Mauna Kea dan Mauna Loa di Hawaii—gunung berapi kembar—lebih tinggi dari Gunung Everest karena tingginya 4,2 km terendam di bawah air. Gunung berapi kembar ini memiliki total panjang 10,2 km. Bandingkan dengan Everest yang hanya 4,6 km.

2. Gurita sebenarnya tidak memiliki tentakel. Mereka sesungguhnya memiliki delapan anggota badan, yang terdiri atas lengan (untuk sebagian besar spesies). Secara teknis, ketika berbicara tentang cephalopoda—gurita, cumi-cumi, dll—para ilmuwan mendefinisikan tentakel sebagai anggota badan dengan pengisap di ujungnya. Lengan gurita memiliki pengisap di sebagian besar panjangnya.

3. Kebanyakan peta dunia salah. Di sebagian besar peta, proyeksi Mercator—proyeksi peta silinder yang dipopulerkan oleh kartografer Flandria Gerardus Mercator pada 1569—masih digunakan. Metode ini sangat tidak akurat dan membuat Alaska tampak sebesar Brasil dan Greenland 14 kali lebih besar dari ukuran sebenarnya. Agar benar-benar akurat, peta harus berukuran sesuai dengan aslinya dan berbentuk bulat, bukan datar.


BACA JUGA: Kapan Manusia Pertama Kali Bernyanyi? (1)


4. Tim sepak bola yang mengenakan seragam warna merah bermain lebih baik. Warna pakaian Anda dapat mempengaruhi persepsi orang lain terhadap Anda dan mengubah perasaan Anda. Sebuah penelitian terhadap pertandingan sepak bola dalam 55 tahun terakhir, misalnya, menunjukkan bahwa tim yang mengenakan seragam warna merah secara konsisten bermain lebih baik di pertandingan kandang dibanding tim dengan warna lain!

5. Pengin mencari tempat paling tenang di dunia? Dia ada di ruang anechoic Microsoft di Redmond, Washington, Amerika Serikat, dengan suhu -20,6 desibel. Ternyata suara bisa minus desibel—satuan pengukur kerasnya suara. Ruang anechoic ini terbuat dari beton dan batu bata yang berat dan dipasang pada pegas untuk menghentikan getaran masuk melalui lantai. Kayak apa sunyinya, ya….

(S. Maduprojo; bahan rujukan Sciencefocus.com)

 
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *