11 July 2024

Tangkapan layar sejumlah cover majalah kontroversial.

Sampul atau cover media cetak, terutama majalah, merupakan salah satu cara jitu untuk menarik perhatian para pembaca.

Selain itu, pemilihan sampul yang menarik diyakini akan berpengaruh pada penjualan atau sirkulasi. Di era media cetak sebelum mati suri seperti pada era digital saat ini, cover majalah yang dinilai kontroversial ramai menjadi bahan pembicaraan. Namun, tak melulu karena keinginan caper alias cari perhatian, sejumlah media yang mengeluarkan cover yang dinilai kontroversial itu memang punya idealisme untuk mewakili sisi independensi dalam pemberitaan dengan mewujudkannya lewat kreativitas sampul majalah. Misalnya, untuk “melawan” atau menyindir tokoh tertentu ataupun kebijakan pemerintah. Atau, mereka memang bermaksud sedikit “nakal” dalam memadukan kreativitas fotografi dan desain grafis dengan pesan editorial yang ingin disampaikan.

Sejumlah media cetak internasional pernah menggemparkan publik dengan kemunculan cover mereka. Berikut ini 10 sampul majalah yang pernah menggegerkan publik pilihan redaksi CK.

1. Majalah Time Edisi 8 April 1966: “Is God Dead?”

– Sampul ini disebut sebagai yang paling kontroversial sepanjang masa. Artikel dalam majalah edisi ini berkaitan dengan “gerakan kematian Tuhan” yang bermunculan pada tahun 1960-an. Sampul dan artikel dalam majalah ini membuat marah para pembaca. Kelompok ”death-of-God” saat itu—dan mungkin hingga sekarang—percaya bahwa Tuhan benar-benar telah mati. Tapi gerakan yang berakar pada filosofi Friedrich Nietzsche ini mengusulkan untuk melanjutkan dan menulis teologi tanpa theos, tanpa Tuhan.

2. Majalah Life Edisi 26 November 1965: “The Blunt Reality War of Vietnam”

– Sampul pada majalah Life edisi ini menampilkan foto seorang tahanan Viet Cong atau Viet Kong yang menjadi tawanan tentara AS selama Perang Vietnam karya fotografer Paul Schutzers. Fotografi dan liputan berita seperti ini membantu mengubah pandangan publik Amerika untuk menentang Perang Vietnam. Schutzers sendiri terbunuh dalam tugas selama Perang Enam Hari pada 1967 antara Israel dan negara-negara tetangganya di Mesir, Yordania, dan Suriah. Di belakang layar, Schutzers merekam kehidupan para tokoh dan pemimpin terkemuka AS, seperti Presiden Eisenhower, Nixon, Kennedy, serta Martin Luther King Jr.

3. Majalah Esquire Edisi April 1968: “The Passion of Ali”

– Pose Muhammad Ali ini—bagian dada, sekitar perut, dan kaki Ali tertancap busur panah—diciptakan untuk mengilustrasikan kesyahidannya setelah ia menolak bergabung dengan militer AS karena keyakinan agamanya. Akibatnya, gelar tinju kelas beratnya dicabut. Pose Ali ini terinspirasi oleh “The Martyrdom of St. Sebastian”, lukisan religi populer pada abad pertengahan karya Andrea Mantegna. Gaya Ali ini banyak disebut menjadi inspirasi cover majalah The Rolling Stone pada edisi Januari 2006, “The Passion of Kanye West”. Dalam sampul itu, artis Kanye West berpose seperti Yesus dalam film The Last Temptation of Christ.

4. Majalah Playboy Edisi Oktober 1971: “Model Playboy Keturunan Afro-Amerika Pertama”

– Ini adalah sampul majalah Playboy pertama yang menampilkan wanita Afrika-Amerika alias Afro-Amerika. Modelnya adalah Darine Stern dan fotografernya Richard Fegley. Stern memulai karirnya pada akhir 1960-an sebagai petugas teller bank dan pegawai di Top of the Hancock Building Restaurant. Ketika menjadi teller bank, seorang fotografer yang mengunjungi banknya meminta untuk mengambil fotonya. Foto Stern itu menarik perhatian tim redaksi Playboy, yang kemudian membuatnya tampil di sampul majalah. Setelah itu, karirnya melejit sebagai top model.

5. Majalah Rolling Stone Edisi 22 Januari 1981: “John Lennon and Yoko Ono”

– Bidikan foto dalam cover majalah ini diambil hanya beberapa jam sebelum John Lennon ditembak di luar gedung apartemennya, di Dakota, New York City, pada 8 Desember 1980. Annie Leibovitz, sang fotografer, awalnya ingin mengambil gambar Lennon sendirian. Tapi salah satu forografer terbaik Amerika itu berkeras agar istri John Lennon ada dalam gambar. Sampul ini dinobatkan sebagai sampul majalah paling populer selama 40 tahun terakhir oleh American Society of Magazine Publishers. Dalam cover ini Lennon—tampil tanpa busana—terlihat mencium Yoko Ono yang berpakaian lengkap.  

6. Majalah Vanity Fair Edisi Agustus 1991: “More Demi Moore”

– Awalnya, gambar yang diambil oleh fotografer selebritas, Annie Leibovitz, ini dinilai sejumlah kalangan sebagai “memalukan dan menjijikkan”. Beberapa toko mengembalikan majalah edisi ini atau hanya menjualnya dengan kertas cokelat untuk menutupi gambar yang dinilai “ofensif” itu—Demi Moore berpose bugil saat sedang hamil. Namun, belakangan, gaya foto Demi ini, selain gaya rambutnya yang mendunia dalam film Ghost, mengilhami tren pose serupa oleh sejumlah kalangan dan selebritas lain.

7. Majalah Time Edisi 27 Juni 1994: “An American Tragedy”


– Pada tahun 1994, O.J. Simpson—pemain bintang American football— dituduh membunuh istrinya, Nicole. Pada 1995, dia dibebaskan setelah persidangan yang panjang dan dipublikasikan secara luas. Foto yang digunakan di sampul majalah Time ini dimanipulasi untuk membuat wajah O.J. terlihat lebih gelap dan lebih mengancam. Sebagai perbandingan, sampul majalah Newsweek menggunakan bidikan asli tanpa perubahan apa pun.

Baca juga: Ngeri-ngeri Sedap Artificial Intelligence


8. Majalah Time Edisi 21 Desember 1998: “Double Trouble”


– Ini merupakan salah satu dari beberapa sampul majalah yang menampilkan Bill Clinton selama skandalnya dengan Monica Lewinsky. Pada 1995, Lewinsky magang di Gedung Putih selama masa kepresidenan Clinton, dan mereka menjalin hubungan terlarang. Skandal itu pecah ketika Lewinsky curhat kepada seorang rekannya pada Januari 1998. Skandal itu akhirnya berujung pada pemakzulan Clinton. Bagian atas huruf “M” di masthead Time tampak bertumpu pada bagian atas kepala Clinton dan terlihat seperti tanduk iblis—meskipun Time menyatakan grafis tanduk iblis Clinton ini tidak disengaja.

9. Majalah The New Yorker Edisi 24 September 2001: “Siluet Twin Towers”

– Sampul ini sukses secara grafis dan editorial. Majalah tersebut berhasil menciptakan tugu peringatan yang pas dan klasik bagi para korban tragedi dan bangunan itu sendiri dengan gaya kelas atas New Yorker sejati. Editor sampul majalah ini, Franoise Mouly, mengatakan grafis ini terinspirasi oleh lukisan hitam-hitam Ad Reinhardt—pelukis abstrak terkenal Amerika.

10. OK Magazine Edisi Juni 2009: “Michael’s Tragic Death”

– Salah satu keputusan OK Magazine menerbitkan foto yang membuat pencinta Michael Jackson syok ini adalah mereka ingin tampil menonjol dari semua sampul tribut yang mendominasi pemberitaan pada minggu itu. Ini merupakan jepretan foto kondisi terakhir saat megabintang pop tersebut sedang sekarat. Jackson meninggal pada 25 Juni 2009 setelah diberi obat-obatan oleh dokternya.

ATAS NAMA SENI HINGGA MENCARI SENSASI

Tentu saja jumlah sampul majalah yang dinilai kontroversial cukup banyak. Belum termasuk sampul tabloid mingguan ataupun koran. Termasuk cover tabloid mingguan Charlie Hebdo di Prancis. Pada 2012, Charlie membuat sensasi dengan membuat karikatur Nabi Muhammad SAW. Ini tentu saja membuat amarah muslim sedunia. Selama ini, umat Islam memang melarang pemunculan wajah Sang Nabi. Sensasi Charlie itu dilanjutkan untuk sejumlah edisi berikutnya. Pada 1 September 2020, misalnya, edisi karikatur Nabi itu dicetak ulang, sehari sebelum persidangan penyerangan terhadap kantor Charlie Hebdo pada 7 Januari 2015 oleh sekelompok orang bersenjata yang menewaskan 12 orang, termasuk kartunisnya.

Pada edisi 24 Desember 2022, majalah The Week menyajikan cover karikatur tokoh-tokoh pemimpin dunia yang juga dinilai kontroversial. Di situ, mereka digambarkan sesuai dengan kondisi kebijakan masing-masing negara. Pemimpin Rusia Vladimir Putin, misalnya, tidak diajak dalam persamuhan itu, dan terlihat marah-marah di luar jendela. Presiden Cina Xi Jinping memakai baju hazmat lengkap. Di sebelahnya, banyak warganet Tanah Air yang menyangka itu adalah karikatur Presiden RI Jokowi, karena terlihat akan menyantap kalajengking dan di atas kepalanya ada seekor kodok. Tapi, belakangan, banyak kalangan menilai bahwa tokoh yang digambarkan dalam karikatur itu adalah mantan Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock. Kalajengking dan kodok yang dimaksudkan karena tindakan berani Hancock dalam sebuah acara televisi, ketika dia masuk ke kotak berisi binatang tersebut.

Di Tanah Air, majalah Tempo beberapa kali membuat cover yang bikin geger publik. Sampul majalah Tempo edisi 16-22 September 2019, misalnya, memancing reaksi pendukung Presiden Joko Widodo. Cover itu menampilkan gambar Jokowi dan siluet Pinokio—tokoh dongeng negeri Italia yang memanjang hidungnya saat berbohong. Gambar pada sampul Tempo ini seperti mengulang cover hidung Pinokio Akbar Tandjung pada edisi Tempo, 26 November 2001. Lalu, karikatur yang dimuat majalah Tempo edisi 26 Februari 2018 juga dianggap menghina ulama, yakni pemimpin FPI, Rizieq Shihab. Akibatnya, pada pertengahan Maret 2018, ratusan simpatisan FPI menggeruduk kantor Tempo di Palmerah.

(S. Maduprojo; Bahan rujukan: www.webdesignerdepot.com dan berbagai sumber lain)







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *