Ilustrasi: Freepik.com

Sekilas, tidak ada yang aneh dengan pemakaian kata “sumir” dalam beberapa artikel/naskah.

Ambil contoh kalimat yang saya temukan di sebuah situs berita ini. “Antasari Azhar dituding hendak menggembosi KPK lewat testimoninya yang beredar. Testimoni tersebut dinilai bukanlah bukti kuat karena masih sumir dan sangat kabur.” Atau contoh yang satu ini, “Polisi mengatakan masih mendalami kasus tersebut karena masih sumir.”

Apa yang bisa disimpulkan adalah kata sumir dalam contoh-contoh kalimat tersebut diartikan “kabur”, “samar”, atau “belum/tidak jelas”. Banyak penutur yang berkesimpulan makna kata sumir seperti itu.

Lalu, apa sebenarnya makna sumir itu? Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberi arti sumir sebagai:

– a singkat (tentang sidang pengadilan seperti ketika menyidangkan pelanggaran lalu lintas); pendek; ringkas: ikhtisar yang —

Nah, ternyata kata sumir bermakna “singkat, pendek, ringkas”. Kata sumir diduga diserap dari kata dalam bahasa Belanda summier”—kata sifat komparatifnya summierder dan kata sifat superlatifnya summierst. Summier diterjemahkan dalam bahasa Inggris  “summary, brief, concise” yang berarti “ringkasan, singkat, padat”.

Baca Juga: Dari Mana Bahasa Berasal?



Berdasarkan Etymologiebank, kata summier merupakan turunan dari kata sommierlyk dan sommierly yang sudah digunakan dalam bidang hukum pada sekitar abad ke-14. Keduanya bermakna “ringkas”. Kata ini dipinjam dari bahasa Prancis kuno somier/somme/sum/sume yang berarti “ringkasan padat” yang sudah digunakan pada tahun-tahun sebelumnya—sekitar abad ke-11 atau ke-13—yang merupakan kata turunan summa dalam bahasa Latin klasik.

Jadi, mulai sekarang, jika ingin memilih kata sumir, pastikan bahwa Anda bermaksud mengatakan sesuatu yang “ringkas” atau “padat”. Misalnya, “Penjelasan Presiden tadi cukup sumir.” Maksudnya, penjelasan presiden tadi cukup ringkas, bukan “samar”, ya? Jangan sampai salah ucap dan salah maksud. Bisa-bisa, jadi salah paham.


(S. Maduprojo; rujukan: www.etymologiebank.nl, www.wiktionary.org)

2 thoughts on “<strong>Makna “Sumir” yang “Samar”</strong>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *