Ilustrasi: Freepik.com

Dalam sejumlah pemberitaan mengenai kasus persetujuan izin crude palm oil (CPO) yang melibatkan Lin Che Wei, bekas Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan sejumlah pengusaha sawit—kasus ini membuat harga minyak goreng di dalam negeri membubung tinggi—frasa “carrot and stick” berulang kali muncul.

Contohnya, menteri Lutfi menyampaikan agar Lin Che Wei diberi carrot and stick karena dinilai bertindak tegas kepada pengusaha.

Lalu, apa makna frasa carrot and stick itu dan bagaimana awal mula istilah ini muncul?

Ungkapan carrot and stick alias “wortel dan tongkat” menunjukkan hadiah yang dijanjikan ditambah dengan ancaman hukuman sebagai metode persuasif atau paksaan. Istilah carrot and stick merupakan terjemahan dari frasa la carotte et le bâton dalam bahasa Prancis.

Ungkapan ini menyinggung metode “menggoda keledai agar maju dengan menggantungkan wortel di depannya, dan memukulnya dengan tongkat jika ia menolak maju”. Kiasan “wortel dan tongkat” pertama kali ditemukan dalam sebuah dokumen Coventry Standard (Coventry, Warwickshire) pada 23 Maret 1867. Artikel politik tersebut mengumpamakan seorang pemimpin oposisi sebagai joki tua yang menaiki keledai dengan sebuah wortel di depan hidung keledai. Sang joki menggiring keledai itu dengan sebuah tongkat dan memastikan sang keledai tidak memakan wortel.

Penyebutan awal metode carrot and stick juga ditemukan di sebuah artikel yang dimuat di The Yorkshire Post (Leeds, Yorkshire) pada 18 November 1920, tentang laporan di House of Commons selama pembahasan RUU Pertanian. Dalam artikel itu disebutkan perumpamaan dua buah wortel dan sebuah tongkat di depan petani. Kedua wortel itu dimaksudkan sebagai kiasan penjaminan harga dan keamanan. Sedangkan tongkat sebagai kendali oleh pemerintah.

Pada 21 Juli 1938, The Sydney Morning Herald (Sydney, New South Wales, Australia) menerbitkan “Nazification of Austria”, sebuah artikel tentang pencaplokan Austria oleh Jerman yang ditulis oleh negarawan Inggris Winston Churchill (1874-1965). Intinya tentang “massa pencari nafkah dan petani Austria”. Untuk istilah carrot and stick, Churchill menggambarkan sebuah tongkat yang ujungnya terdapat wortel menggantung di depan hidung seekor keledai Austria kurus untuk menarik pedati Nazi ke atas bukit yang terus menanjak. Sedangkan pedati itu sarat beban. Konsep ini diterapkan dalam berbagai kebijakan pemerintah Amerika Serikat saat ini.

Baca Juga: Meluruskan Kata ‘Terik’


Metode stick and carrot, misalnya, diterapkan pemerintah AS dalam peraturan pemerintah yang berlaku secara efektif per 1 Januari 2019 terhadap para eksportir sumber daya alam. Carrot dalam konteks ini adalah insentif. Sedangkan stick merupakan sanksi yang akan dikenakan atas ketidakpatuhan pengusaha sumber daya alam, seperti pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan.

Jadi, mulai paham kan kalau kalian menemui istilah ini dalam berbagai pemberitaan? Pis lagi, ah…

(S. Maduprojo, dirujuk dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published.