13 June 2024

Foto: Pixabay.com

Halo… Kita suka ngeh enggak, sejumlah kata yang sering kita tulis atau kita gunakan sehari-hari justru kurang tepat, baik dari sisi bentuk maupun makna kata.

Kalau dibikin daftar, banyak sekali kata yang “salah kaprah” itu. Kita ambil contoh lima kata berikut, ya…

  1. “Konfeksi” bila yang dimaksud berkaitan dengan pakaian jadi, bukan “Konveksi”
  2. “Fondasi”, bukan “Pondasi”
  3. “Acuh” berarti “Peduli”
  4. “Senonoh” berarti “Sopan/Santun”
  5. “Seronok” berarti “Sedap Dipandang/Menyenangkan Hati”

Nah, sekarang kita bahas satu per satu kenapa kata-kata itu kurang tepat.

Pertama, “konfeksi” dalam artian berkaitan dengan pakaian jadi, bukan “konveksi”. Nah, konfeksi ini diserap dari kata confection dari bahasa Inggris yang berarti “pakaian jadi, gula-gula, atau manisan”. Sedangkan “konveksi” merupakan istilah fisika yang bermakna pergerakan molekul-molekul pada fluida dan rheid. Diserap dari bahasa Inggris convection.

Kedua, “fondasi”, bukan “pondasi”. Kata fondasi diserap dari kata foundation (bahasa Inggris), yang bermakna “bagian paling dasar dari bangunan, prinsip dasar, yayasan”. Nah, kata-kata dari bahasa Inggris yang huruf awalnya “f” ya diserap ke dalam bahasa Indonesia huruf awalnya tetap “f”, seperti “fokus, dari focus”, “federasi, dari federation”, atau “fakta, dari fact”. Jadi, tidak ada alasan ya pakai kata “pondasi”. Ini sama dengan kata-kata dari bahasa asing yang suku kata awalnya ph-. Ia akan diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi f-. Contoh, “farmasi”, dari kata pharmacon (bahasa Yunani) atau “filosofi” dari kata philoso­phy (bahasa Inggris).

Baca juga: 5 Quote Hari Ini yang (Siapa Tahu) Bisa Mencerahkan Harimu

Ketiga, mungkin kalian sering membaca kalimat-kalimat seperti ini: Mas Bejo sedang enggak enak hati kepada kawannya karena dia merasa tidak dipedulikan. Mas Bejo bilang, “Dia acuh kepada saya. Saya jadi sebel.” Nah, karena tidak suka lantaran tidak dipedulikan, seharusnya Mas Bejo berujar, “Dia tak acuh kepada saya. Saya jadi sebel.” Acuh dalam bahasa Indonesia berarti “peduli”. Jadi, tak acuh berarti “tidak peduli”.

Keempat, “senonoh”. Ternyata, kata arti senonoh dalam bahasa Indonesia bermakna positif, yaitu “patut atau sopan”. Kata ini berasal dari bahasa Melayu yang bermakna “perbuatan atau perkataan yang manis dipandang”. Jadi, jangan sungkan-sungkan bilang ke teman kalian, “Saya senang, kamu itu senonoh banget ya ke orang yang lebih tua.” Jangan merasa aneh ya pakai kata senonoh ini…

Kelima, “seronok”. Dalam KBBI, ternyata kata ini juga bermakna positif. Artinya: “menyenangkan hati; sedap dilihat (didengar dan sebagainya)”. Kata ini berasal dari bahasa Melayu dan biasa digunakan di Malaysia untuk menyebut perbuatan yang menyenangkan hati. Jadi? Ya sama dengan kata “senonoh” tadi, jangan marah atau merasa tersindir kalau ada yang bilang, “Wah, penampilan kamu tadi seronok banget, ya…Banyak yang suka.”

Khusus kata “seronok” dan “senonoh” tadi, mulai sekarang, kasih tahu orang-orang arti yang sebenarnya ya, jangan sampai terjadi pertumpahan liur di antara kita. Pissss…. (S. Maduprojo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *